The most stable baccarat play_Indonesia's most popular online gambling game_Baccarat Tie_Baccarat simple best strategy

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Aplikasi william hill

Lalu BoB global sports betting platformbagaimaBoB global sports betting platformna dBoB global spoBoB global sports betting platformrts betting platformengan cewek BoB global sports betting platformyang pengen jadi model tapi nggak mempunyai kriteria fisik sedemikian rupa itu? Apakah mereka harus menggugurkan cita-citanya? Nah, kali ini Hipwee Boys akan membahas tentang beberapa model cewek yang sejatinya tidak memiliki tubuh sempurna versi dunia modeling. Namun, tetap saja mereka mampu menunjukkan bakatnya dalam dunia modelling. Siapa saja sih mereka? Yuk, langsung simak aja!

Serupa dengan Winnie Harlow, Nikia Phoenix juga memiliki kekurangan pada pigmen kulitnya. Seperti jerawat, kelainan itu menyerang hampir 100 persen wajahnya dan beberapa bagian tubuhnya. Tapi ini bukan menjadi kendala bagi Nikia untuk terus menjadi seorang model top. Cantik bukan modal utama!

Untuk para cewek, mulai sekarang cobalah untuk mengubah pola pikir dan cita-citamu untuk memiliki tubuh langsing nan ideal. Sebab nggak semua yang memiliki tubuh proporsional bisa menjadi model. Fluvia Lacerda, wanita berusia 36 tahun asal Brasil ini memiliki tubuh yang sejatinya nggak pas untuk seorang model. Tapi justru berat badannya itulah yang akhirnya membawanya pada karier modelling-nya. Bahkan Fluvia telah menjadi model untuk merek-merek pakaian, parfum, tas, sepatu dalam tingkat internasional. Gendut? Nggak masalah lagi!

Sejak kecil Winnie Harlow emang ingin jadi model. Tapi karena dia mengalami Vitiligo atau kelainan pada pigmen kulitnya, hingga menimbulkan bercak pada sekujur tubuhnya, dia sempat putus asa. Menjadi bahan ejekan, seperti sudah menjadi santapan sehari-hari baginya. Model kelahiran 1994 itu akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Kanada dan memulai kariernya sebagai model di Amerika Serikat. Hingga saat ini, kekurangannya itu malah membuat namanya kian melambung sebagai seorang model.

Sejak kecil kita disuapi dengan kenyataan bahwa untuk menjadi seorang model haruslah memiliki bentuk tubuh dan paras yang rupawan. Terlebih cewek, mereka harus memiliki postur yang dianggap bagus untuk memakai baju jenis apapun. Sebab, itulah modal awal yang bisa ditampilkan di depan kamera sebagai seorang model. Seolah kita sudah diracuni stereotip semacam ini dalam melihat model. Cantik, seksi, putih, kulit mulus, dan bentuk tubuh yang aduhai.

Sudah barang pasti, setiap cewek yang bermimpi menjadi model selalu mendambakan kulitnya seputih kapas dan semulus sutra. Bahkan nggak sedikit dari mereka yang melakukan perawatan hingga suntik pigmen agar memutih. Hal ini nggak berlaku bagi Khoudia Diop, wanita asal Senegal. Mungkin sejak kecil dia nggak mendambakan kulitnya untuk menjadi putih. Sebab saat ini dia telah menjadi model termasyhur berkat warna kulitnya yang nggak biasa.

Cantik yang kita percayai saat ini adalah sebuah konstruksi yang dibentuk ratusan tahun silam. Sejatinya cantik adalah personal preference, jadi semua orang harusnya memiliki “rasa” cantik yang berbeda. Pemikiran bahwa cantik itu putih, mulus, berkaki jenjang sejatinya adalah sebuah pemikiran yang sudah cukup ketinggalan saat ini. Hal ini adalah pengaruh era kolonial yang terasa sampai sekarang. Sejatinya, orang hitam juga bisa cantik, orang gendut dan pendek pun juga bisa cantik. Cantik itu luas. Dan, hal ini telah dibuktikan oleh para model yang sudah disebutkan di atas.

My skin does not define me. – Winnie Harlow dalam wawancaranya bersama BBC News.

Hampir setiap orangtua yang memiliki anak, khususnya cewek, pasti pernah menyuruh anaknya untuk pergi berenang, mengonsumsi suplemen penambah tinggi badan, dan sebagainya. Tujuannya serupa dengan anaknya, pengen menjadi model. Paling nggak, dengan postur tubuh yang cukup tinggi, anak gadisnya kelak akan mudah untuk mendapat pekerjaan. Hal yang ditampik oleh seorang model Laetitia Casta, yang hanya memiliki tinggi badan 169 cm. Ada juga Ellen Page, pemeran Shadowcat di X-Men: The Last Stand, dia berpostur 155 cm. Sebagai model, mereka sebenarnya kurang proporsional. Tapi hal itu nggak membuat keduanya berkecil hati. Justru mereka bisa menjadi model ternama di dunia. Bahkan Marilyn Monroe pun hanya memiliki tinggi 169 cm.

Bagi sebagian besar cewek, memiliki kulit putih bersih tentu seperti berkah yang selalu dinantikan. Banyak keuntungan yang bisa didapat dari kecantikan kulitnya. Tapi kalau memiliki kulit putih yang nggak wajar, seperti Natasha Zidhkova, rasanya cewek-cewek akan berpikir ulang deh. Sebelum terkenal sebagai model dengan warna kulit yang unik, Natasha nggak berharap untuk bisa menjadi model. Ya, karena dia merupakan seorang albino. Tapi nyatanya, keunikannya ini membawa berkah tersendiri baginya. Dia menjadi model albino asal Rusia yang termasyhur!