WHO: Pandemi Belum Usai, Berpuas Diri Bahaya seperti「Baccarat Sports」 Virus Corona

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Aplikasi william hill

TedroBaccarat Sportss belBaccarat SportsaBaccarat Sportskangan ini telah meminta negara-negara agar memprioritaskan distribusi vaksinasi ke negara-negara di mana hanya 1 sampai 2 persen populasi yang telah divaksinasi.

KOMPAS.com - Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa perjuangan melawan pandemi Covid-19 masih jauh dari usai.

Menteri Pariwisata Israel mengatakan akan mulai menyambut grup-grup wisata dari beberapa negara mulai 19 September, apabila turis itu telah divaksinasi dan lolos tes PCR.

Para pejabat menyatakan para turis akan diwajibkan tinggal di kamar hotel mereka hingga tes Covid-19 mereka itu dinyatakan negatif, suatu proses yang mereka katakan tidak akan memakan waktu lebih dari 24 jam.

Pemimpin WHO itu mengatakan ada beberapa rekomendasi yang bertujuan untuk memberikan respons lebih baik dalam memerangi pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

“Sebagaimana yang diperlihatkan pandemi ini, tidak ada negara yang boleh lengah. Berpuas diri dapat seberbahaya virus itu sendiri. Kita harus terus waspada,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, sewaktu berbicara dari Roma untuk pertemuan WHO kawasan Asia Tenggara di Nepal, Senin (6/9/2021).

Israel adalah salah satu negara yang paling cepat memvaksinasi populasinya dan menyambut kedatangan turis yang telah divaksinasi dalam jumlah terbatas pada bulan Mei.

“Sebuah perjanjian atau kesepakatan internasional lainnya mengenai kesiapsiagaan dan respons pandemi, yang akan memberi landasan yang banyak dibutuhkan bagi kerja sama global, memberi aturan maih bagi responsen yang lebih koheren dan terpadu bagi epidemi dan serta pandemi pada masa mendatang,” ujarnya.

Namun, langkah yang paling efektif dan apa yang ia sebut dapat membuat “perubahan terbesar” pada masa depan adalah mencari solusi untuk semua negara secara adil.

Pada Minggu (5/9/2021), Israel menyatakan akan membuka perbatasannya untuk turis meskipun menghadapi tingkat infeksi virus corona yang tinggi.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan pandemi pada skala ini. Kita tidak boleh lagi membiarkan ketidakadilan dalam skala ini,” tegas Tedros.

“Saya tidak perlu memberitahu Anda bahwa distribusi vaksin sangat tidak adil. Kami semua kecewa oleh ketidakadilan ini.”

Rencana untuk meluaskan program ini terhambat karena jumlah kasus mulai meningkat. Negara itu kini menghadapi salam satu tingkat infeksi tertinggi di dunia karena varian delta yang sangat mudah menular.

Baca juga: WHO Minta Vaksin Ketiga Ditunda, Prioritaskan Orang yang Belum Divaksin